Jumat, 21 September 2012

percakapan ayah dan anak

Di suatu sore saya lelah sakali setelah pulang dari sekolah, dan setelah masuk gerbang rumah terlihat ayah saya sedang duduk sendirian di depan rumah tak tahu sedang apa. Sambil melepas lelah saya akhirnya duduk sejenak di luar rumah bersama ayah saya. Disitu kami saling sharing satu sama lain. Dan kemudian ayah saya bercerita sesuatu yg menarik kepada saya. Ayah saya bercerita seperti ini.

"Suatu saat ada seorang anak yg hidup tidak berkecukupan ingin sekali mempunyai sepeda, anak itu setiap hari menyisihkan uangnya untuk menabung membeli sepeda. Dan setelah lama -kelamaan uang tabungannya itu pun akhirnya sudah cukup untuk membeli sepeda. Tp tak disangka sepeda yang ia damba-dambakan tidak dapat dibeli karena uang yang dimilikinya kurang. Dari situ anak tersebut sedih tak karuan memikirkan sepeda, sepeda, dan sepeda. Akhirnya karena putus asa dan putus harapan si anak hanya bisa menuliskan "Aku Ingin Sepeda" dalam secarik kertas yg ia tempelkan di setiap sudut kamarnya. Suatu hari anak tersebut sedang diam di rumahnya, dan tiba2 ada yg mengetuk pintunya. Si anak kemudian membuka pintu dan tak diduga-duga di depan rumahnya sudah ada sebuah sepeda yg ia ingin miliki saat itu. Dibawah sepeda itu ada secarik kertas seperti surat, dan dibaca oleh si anak yg isinya adalah bahwa ternyata yg memberikan sepeda itu adalah kakeknya yg sudah meninggal beberapa hari yg lalu. Entah ini warisan dari kakeknya atau apa tetapi si anak sangat senang sekali menerimanya."

Dari situ saya dan ayah saya belajar bahwa rizki datang dari mana saja, dari siapa saja, dan kapan saja. Allah Maha Penyayang dan Maha Pemurah, maka jangan putuskan harapanmu kepadaNya. Allah selalu melihat usaha dan do'a hambanya, tp kadang tak selalu apa yg kita usahakan dan kita do'akan langsung diijabah oleh Allah. Pasti ada fase kesabaran didalamnya. Itulah yg membuat jiwa seorang muslim tawakal kepada Allah. Apa yang ada di dunia ini adalah milik Allah bukan kita. Jadi kesimpulannya, Tegaskan pada diri kalian bahwa rizki kita sudah diatur oleh Allah, asalkan kita selalu istiqomah di jalan Allah dan percaya rizki kita tidak akan pernah di ambil oleh orang lain. Kita semua manusia biasa yg kadang khilaf akan nikmatnya dunia sepeti uang, harta dan sebagainya. Maka tugas umat muslim adalah selalu mengingatkan sesama umat muslim lainnya, dan memberi motivasi bahwa semua itu sudah ada yg mengatur.

Percakapan saya dan ayah saya pun berakhir dari situ....^_^
#Semoga Bermanfaat
#Jazakalloh

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar